Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi

Antibandit atau Tekab 308 Polresta Bandarlampung menembak mati begal menggunakan senjata api Poker Online Bonus Member Baru yang bernama Yadi berusia 27 tahun. Sang pelaku disebut telah beraksi di 10 lokasi berbeda di Bandarlampung.

Warga Kampung Kecapi, Kelurahan Campangjaya, Sukabumi, Lampung, tewas setelah 2 butir timah panas bersarang di tubuhnya. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa senjata api rakitan dengan 2 butir amunisi, 1 selonsong peluru dan juga 1 unit motor.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya menggerebek kediaman Yai pada pukul 23.30 WIB, Senin. Yadi diburu setelah disinyalir terlibat dengan pembegalan di beberapa wilayah di Bandarlampung.
Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi
“Saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Dirinya mengeluarkan tembakan dari senjata api rakitan miliknya,” kata Murbani. Murbani mengatakab bahwa Yadi mengeluarkan tembakan yang cukup membahayakan aparat sehingga aparat mengambil tindakan berupa tembakan peringatan. Akhirnya, Yadi rubuh setelah 2 peluru menembus tubuhnya.

Polisi sempat membawa Yadi ke rumah sakit, akan tetapi nyawa pelaku sudah tidak bisa Situs poker online paling bagus diselamatkan lagi. Dirinya tewas pada perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sebelumnya rekan tersangka telah ditangkap yaitu Syamsul pada bulan lalu. Dari hasil pemeriksaan Syamsul didapat nama Yadi. Murbani mengatakan bahwa dari catatan polisi, kedua pelaku tersebut telah 10 kali melakukan pembegalan. Ketika beraksi, pelaku mengaku sebagai anggota Polri.

Kali terakhir, para pelaku merampas sepeda motor milik Widodo di Jalan Soekarno-Hatta pada September 2016 lalu. Ketika itu, pelaku http://pozitiv-park.com/?q=Mimpi-Menang-di-Agen-Judi-Poker-Online membuntuti korban dan menghentikan korban dengan mengaku sebagai polisi.

“Tersangka Yadi langsung menodongkan senjata api ke korban dan merampas sepeda motor milik korban,” kata Murbani.

Mensos : Predator Anak Di Sorong Harus Dihukum Mati

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengutuk dengan keras tindakan biadab pemerkosaan yang diikuti dengan judi Sbobet pembunuhan keji terhadap bocah yang berusia empat tahun bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong, Papua Barat.

Dirinya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh para pelaku sangat tidak mencerminkan keprikemanusiaan. Khofifah juga mengatakan bahwa tindakahan para pelaku sangat pantan untuk di hukum mati. “Sangat pantas jika pelakunya dihukum mati. Ini adalah bagian dari hukuman yang memberikan efek jera bagi para predator seksual anak dan juga peringatan bagi siapapun yang melakukan tindakan keji dan sadis seperti ini,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perpu No.1 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak tercantum adanya pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

Mulai dari hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Hukuman tambahan berupa pengumuman identitas Sbobet casino Indonesia pelaku, kebiri dengan kimia hingga pemasangan chip bagi para pelaku. Perpu ini telah disahkan pada Oktober 2016 lalu.

Khofifah merasa sangat prihatin dan sedih dengan adanya kejadian ini. Hal yang menurutnya memberatkan adalah korban adalah balita yang masih memiliki masa depan yang panjang dan juga masih tidak mengerti.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga korban. Semoga Kasia mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa para orang tua dan anggota masyarakat untuk tidak menganggap remeh setiap kasus kekerasan pada anak dan tetap waspada pada lingkungan sekitar anak agar dapat memberikan perlindungan yang baik kepada anak.

Khofifah menganggap bahwa UU Perlindungan Anak, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan perlindungan Teman Judi terhadap anak. “Perlu upaya yang lebih keras agar dapat mencegah dan menangani kasus-kasus seperti ini. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah akan tetapi lingkungan sekitar anak seperti keluarga hingga masyarakat. Saya rasa bahwa siapapun akan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun apalagi kekerasan seksual terhadap anak,” kata Khofifah.

Seperti yang diketahui, seorang balita berusia empat tahun yang bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong Papua Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Kejadian ini terungkap pada 10 January 2017 ketika jasad bocah perempuan tragis tersebut terkubur didalam aliran sungai yang berisi lumpur di Kompleks Kokodo, Kota Sorong, Papua Barat.

Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi

Aparat subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminam Umum Polda Metro Jaya menangkap Fernita Darwis yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan kubu Muhammad Romahurmuziy. Fernita ditangkap oleh aparat pada Jumat 13 January karena diduga melakukan tindak pidana permalsuan dokumen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan penangkapan tersebut. “Yang bersangkutan ditangkap atas laporan yang dibuat oleh Andrias Herminanto yang merupakan kuasa hukum dari Djan Farid,” kata Argo.
Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi
Dijelaskan oleh Argo, Fernita diduga memalsukan tanda tangan Ketua DPP dan Sekjen PPP untuk persetujuan pasangan calon menggunakan formulir partai atau form formulir B 1-KWK Parpol. “Pelaku diduga melakukan scan tanda tangan Ketum dan Sekjen PPP dari kubu Djan Faridz,” kata Argo.

Dalam kasus ini, Djan merupakan korban disebut mengalami kerugian materi yaitubiaya transportasi pulang pergi ke Kalimantan Tengah. “Pihak pelapor disebut mengalami kerugian dalam hal ini adalah kerugian materi berupa biaya transportasi pulang-pergi Kalimantan Tengah dan dianggap tidak mengetahui peraturan KPU yaitu 1 partai atau gabungan partai tidak dapat mencalonkan dua paslon,” jelas Argo.

Polisi sendiri telah menyita barang bukti dalam hal ini adalah tanda terima B.1.KWK.Parpol, Surat Keputusan Bawaslu Provinsi Kalteng, SK DKPP, SK KPU, SK PTTUN dan SK MA perihal kasus ini. “Sepuluh saksi telah diperiksa sekaligus juga barang bukti telah disita. Saksi-saksi yang diperiksa antara lain adalah Djan Faridz yang berstatus sebagai korban dan juga pelapor,” tutup Argo.

Saksi Kekerasan Di STIP Harus Dilindungi

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Abdul Haris Semendawai berharap siswa yang melihat tindak kekerasan di sekolah agar tidak sungkan ataupun takut untuk melaporkan tidan kekerasan tersebut Teman Poker99 kepada aparat ataupun kepada pihak sekolah.

Menurut Semendawai, jika potensi kekerasan tersebut dilaporkan lebih awal, maka hal tersebut dapat dicegah dan tidak perlu jatuh korban berikutnya. “Kejadian kekerasan di lingkungan sekolah sudah berulang kali terjadi terutama di sekolah yang dimiliki oleh pemerintah. Oleh karena itu diperlukan kepekaan dari para tenaga pendidik sehingga para siswa tidak lagi takut untuk melaporkan potensi kekerasan tersebut di lingkungan sekolah,” kata Semendawai.
Saksi Kekerasan Di STIP Harus Dilindungi
Dirinya juga menghimbau pihak untuk tidak menutup-nutupi kasus serupa dan membuka akses Judi poker online untuk aparat kepolisian yang akan melakukan pengusutan. Dilain pihak, para saksi juga diharapkan tidak takut bila terjadi intimidasi dari pihak lain.

“Para saksi memiliki hak untuk dilindungi oleh Undang-Undang, apalagi pada kasus ini, para saksi merupakan anak-anak yang masih dalam usia sekolah dan merupakan siswa di STIP,” kata Abdul Haris.

Sesuai dengan UU Perlindungan Saksi dan Korban, saksi berhak untuk mendapatkan perlindungan beserta dengan identitasnya. Pihak sekolah juga harus dapat menjamin keamanan dan juga kelangsungan para siswa ketika menempuh pendidikan di instansi mereka tidak hanya untuk STIP.

“Jangan sampai ada pihak yang mengintervensi supaya para siswa ini tidak jadi atau batal menjadi saksi. Ancaman terbesar adalah berupa ancaman situs poker Indonesia tidak bisa melanjutkan pendidikan dan ancaman seperti ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh pihak oknum sekolah ataupun pelaku dalam hal ini siswa yang memiliki pengaruh disekolah,” kata Semendawai.

Untuk Pertama Kali, Bang Eggi Bingung Karena Diperiksa Terkait Kasus Makar

Polda Metro Jaya saat ini terus menginteskan pemeriksaan berbagai pihak terkait kasus dugaan makar yang direncanakan oleh Rachmawati Soekarnoputri dengan sejumlah orang termasuk dengan aktivits Sri Bintang Pamungkas dan Ratna Sarumpaet. Kini Polda Metro Jaya memeriksa aktivis Teman 4D yang juga merupakan advokat yaitu Eggi Sudjana. Salah satu tokoh senior di HMI-MPO ini diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan makar yang melibatkan Rachmawati Soekarnoputri.

“Ini diperiksa sebagai saksi terkait kasus makar dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri. Pemeriksaan ini menanyakan masalah pertemuan tanggal 1 Desember 2016,” kata Eggi di Polda Metro Jaya.

Akan tetapi, Eggi mengatakan bahwa dirinya bingung dengan pemeriksaannya. Hal ini disebabkan karena dirinya tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam pertemuan yang dihadiri oleh Rachmawati dan juga sejumlah orang yang menjadi tersangka yang telah ditahan Polda Metro Jaya terkait dugaan makar.

“Pada hari kejadian, saya berada di Jakarta akan tetapi pada hari tersebut saya tidak bertemu dengan Rachmawati ataupun orang-orang yang ditetapkan situs togel sebagai tersangka oleh polisi sama sekali. Saya tidak bertemu dan ada tidaknya pertemuan tersebut, saya sendiri tidak tahu sama sekali,” kata Eggi.

Walaupun demikian, dirinya tetap memenuhi panggilan penyidik dan dirinya taat akan hukum. Eggi juga menyatakan bahwa dirinya datang ke pemeriksaan ini juga ingin mengetahui apa yang ingin diperiksa oleh penyidik dari dirinya.

Sebelumnya, Eggi Sudjana juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas. Eggi saat itu diperiksa untuk ditanyai seputar pertemuan dan orasi Sri Bintang di kolong jembatan Kalijodo.

Saat ini, polisi telah menetapkan judi togel beberapa orang sebagai tersangka untuk kasus dugaan makar. Orang-orang tersebut antara lain mantan Panglima Kostrad, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein, Adityawarman, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Firza Husein, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra dan Rachmawati Soekarnoputri.