ICW Mengungkapkan Pelanggaran Gamawan Fauzi Pada Korupsi E-KTP

Peneliti dari Indonesia Corruption Watch atau ICW Tama S Langkung mengatakan bahwa korupsi E-KTP adalah kasus terbesar judi togel yang pernah ditangani oleh KPK. Kerugian dari skandal mega korupsi ini disebutkan membuat negara menelan kerugian hignga Rp 2.3 triliun.

“Saya melihat bahwa kasusu ini dapat disebutkan sebagai kasus terbesar karena negara disebutkan mengalami kerugian hingga 2,3 triliun. Saya tidak mengetahui apakah ada kasus di KPK yang memiliki kerugian lebih dari 2,3 triliun,” kata Tama.
ICW Mengungkapkan Pelanggaran Gamawan Fauzi Pada Korupsi E-KTP
ICW pada tahun 2011 lalu pernah membuat review mengenai proeyk pengadaan e-KTP jauh hari sebelum KPK menetapkan tersangkat terhadap Irman dan Sugiharto yang merupakan 2 pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Bahkan review ICW tersebut disebutkan menemukan kaitan antara Menteri Dalam Negeri saat itu Gamawan Fauzi dengan Irman.

“Disana kita menyampaikan bahwa review pengadaan e-KTP pertama untuk saja kita minta persoalan situs togel proyek ini terdapat beberapa pelanggaran seperti post feeding yang dimana sudah tidak diizinkan pada Perpres 54 2010,” kata Tama.

Tidak hanya itu, pihak nya juga melihat ada kejanggalan dalam penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh Gamawan Fauzi. Mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut pada masa tenggang yang seharusnya digunakan oleh pihak perusahaan untuk mengajukan gugatan ketika tendernya ditolak.

“Berikutnya manta Menteri Dalam Negeri Gamawan juga melakukan tanda tangan kontrak pada masa saat sanggah banding yang dimana hal tersebut juga tidak diizinkan,” jelas Tama.

Jika semua kejanggalan ini dimasukan kedalam ranah pidana, ICW berharap Gamawan dapat Teman 4D menjelaskan ndan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi

Antibandit atau Tekab 308 Polresta Bandarlampung menembak mati begal menggunakan senjata api Poker Online Bonus Member Baru yang bernama Yadi berusia 27 tahun. Sang pelaku disebut telah beraksi di 10 lokasi berbeda di Bandarlampung.

Warga Kampung Kecapi, Kelurahan Campangjaya, Sukabumi, Lampung, tewas setelah 2 butir timah panas bersarang di tubuhnya. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa senjata api rakitan dengan 2 butir amunisi, 1 selonsong peluru dan juga 1 unit motor.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya menggerebek kediaman Yai pada pukul 23.30 WIB, Senin. Yadi diburu setelah disinyalir terlibat dengan pembegalan di beberapa wilayah di Bandarlampung.
Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi
“Saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Dirinya mengeluarkan tembakan dari senjata api rakitan miliknya,” kata Murbani. Murbani mengatakab bahwa Yadi mengeluarkan tembakan yang cukup membahayakan aparat sehingga aparat mengambil tindakan berupa tembakan peringatan. Akhirnya, Yadi rubuh setelah 2 peluru menembus tubuhnya.

Polisi sempat membawa Yadi ke rumah sakit, akan tetapi nyawa pelaku sudah tidak bisa Situs poker online paling bagus diselamatkan lagi. Dirinya tewas pada perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sebelumnya rekan tersangka telah ditangkap yaitu Syamsul pada bulan lalu. Dari hasil pemeriksaan Syamsul didapat nama Yadi. Murbani mengatakan bahwa dari catatan polisi, kedua pelaku tersebut telah 10 kali melakukan pembegalan. Ketika beraksi, pelaku mengaku sebagai anggota Polri.

Kali terakhir, para pelaku merampas sepeda motor milik Widodo di Jalan Soekarno-Hatta pada September 2016 lalu. Ketika itu, pelaku http://pozitiv-park.com/?q=Mimpi-Menang-di-Agen-Judi-Poker-Online membuntuti korban dan menghentikan korban dengan mengaku sebagai polisi.

“Tersangka Yadi langsung menodongkan senjata api ke korban dan merampas sepeda motor milik korban,” kata Murbani.

Mensos : Predator Anak Di Sorong Harus Dihukum Mati

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengutuk dengan keras tindakan biadab pemerkosaan yang diikuti dengan judi Sbobet pembunuhan keji terhadap bocah yang berusia empat tahun bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong, Papua Barat.

Dirinya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh para pelaku sangat tidak mencerminkan keprikemanusiaan. Khofifah juga mengatakan bahwa tindakahan para pelaku sangat pantan untuk di hukum mati. “Sangat pantas jika pelakunya dihukum mati. Ini adalah bagian dari hukuman yang memberikan efek jera bagi para predator seksual anak dan juga peringatan bagi siapapun yang melakukan tindakan keji dan sadis seperti ini,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perpu No.1 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak tercantum adanya pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

Mulai dari hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Hukuman tambahan berupa pengumuman identitas Sbobet casino Indonesia pelaku, kebiri dengan kimia hingga pemasangan chip bagi para pelaku. Perpu ini telah disahkan pada Oktober 2016 lalu.

Khofifah merasa sangat prihatin dan sedih dengan adanya kejadian ini. Hal yang menurutnya memberatkan adalah korban adalah balita yang masih memiliki masa depan yang panjang dan juga masih tidak mengerti.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga korban. Semoga Kasia mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa para orang tua dan anggota masyarakat untuk tidak menganggap remeh setiap kasus kekerasan pada anak dan tetap waspada pada lingkungan sekitar anak agar dapat memberikan perlindungan yang baik kepada anak.

Khofifah menganggap bahwa UU Perlindungan Anak, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan perlindungan Teman Judi terhadap anak. “Perlu upaya yang lebih keras agar dapat mencegah dan menangani kasus-kasus seperti ini. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah akan tetapi lingkungan sekitar anak seperti keluarga hingga masyarakat. Saya rasa bahwa siapapun akan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun apalagi kekerasan seksual terhadap anak,” kata Khofifah.

Seperti yang diketahui, seorang balita berusia empat tahun yang bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong Papua Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Kejadian ini terungkap pada 10 January 2017 ketika jasad bocah perempuan tragis tersebut terkubur didalam aliran sungai yang berisi lumpur di Kompleks Kokodo, Kota Sorong, Papua Barat.

Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi

Aparat subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminam Umum Polda Metro Jaya menangkap Fernita Darwis yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan kubu Muhammad Romahurmuziy. Fernita ditangkap oleh aparat pada Jumat 13 January karena diduga melakukan tindak pidana permalsuan dokumen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan penangkapan tersebut. “Yang bersangkutan ditangkap atas laporan yang dibuat oleh Andrias Herminanto yang merupakan kuasa hukum dari Djan Farid,” kata Argo.
Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi
Dijelaskan oleh Argo, Fernita diduga memalsukan tanda tangan Ketua DPP dan Sekjen PPP untuk persetujuan pasangan calon menggunakan formulir partai atau form formulir B 1-KWK Parpol. “Pelaku diduga melakukan scan tanda tangan Ketum dan Sekjen PPP dari kubu Djan Faridz,” kata Argo.

Dalam kasus ini, Djan merupakan korban disebut mengalami kerugian materi yaitubiaya transportasi pulang pergi ke Kalimantan Tengah. “Pihak pelapor disebut mengalami kerugian dalam hal ini adalah kerugian materi berupa biaya transportasi pulang-pergi Kalimantan Tengah dan dianggap tidak mengetahui peraturan KPU yaitu 1 partai atau gabungan partai tidak dapat mencalonkan dua paslon,” jelas Argo.

Polisi sendiri telah menyita barang bukti dalam hal ini adalah tanda terima B.1.KWK.Parpol, Surat Keputusan Bawaslu Provinsi Kalteng, SK DKPP, SK KPU, SK PTTUN dan SK MA perihal kasus ini. “Sepuluh saksi telah diperiksa sekaligus juga barang bukti telah disita. Saksi-saksi yang diperiksa antara lain adalah Djan Faridz yang berstatus sebagai korban dan juga pelapor,” tutup Argo.

Saksi Kekerasan Di STIP Harus Dilindungi

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Abdul Haris Semendawai berharap siswa yang melihat tindak kekerasan di sekolah agar tidak sungkan ataupun takut untuk melaporkan tidan kekerasan tersebut Teman Poker99 kepada aparat ataupun kepada pihak sekolah.

Menurut Semendawai, jika potensi kekerasan tersebut dilaporkan lebih awal, maka hal tersebut dapat dicegah dan tidak perlu jatuh korban berikutnya. “Kejadian kekerasan di lingkungan sekolah sudah berulang kali terjadi terutama di sekolah yang dimiliki oleh pemerintah. Oleh karena itu diperlukan kepekaan dari para tenaga pendidik sehingga para siswa tidak lagi takut untuk melaporkan potensi kekerasan tersebut di lingkungan sekolah,” kata Semendawai.
Saksi Kekerasan Di STIP Harus Dilindungi
Dirinya juga menghimbau pihak untuk tidak menutup-nutupi kasus serupa dan membuka akses Judi poker online untuk aparat kepolisian yang akan melakukan pengusutan. Dilain pihak, para saksi juga diharapkan tidak takut bila terjadi intimidasi dari pihak lain.

“Para saksi memiliki hak untuk dilindungi oleh Undang-Undang, apalagi pada kasus ini, para saksi merupakan anak-anak yang masih dalam usia sekolah dan merupakan siswa di STIP,” kata Abdul Haris.

Sesuai dengan UU Perlindungan Saksi dan Korban, saksi berhak untuk mendapatkan perlindungan beserta dengan identitasnya. Pihak sekolah juga harus dapat menjamin keamanan dan juga kelangsungan para siswa ketika menempuh pendidikan di instansi mereka tidak hanya untuk STIP.

“Jangan sampai ada pihak yang mengintervensi supaya para siswa ini tidak jadi atau batal menjadi saksi. Ancaman terbesar adalah berupa ancaman situs poker Indonesia tidak bisa melanjutkan pendidikan dan ancaman seperti ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh pihak oknum sekolah ataupun pelaku dalam hal ini siswa yang memiliki pengaruh disekolah,” kata Semendawai.