5 Orang Sekeluarga Tewas Dibunuh Di Medan

Peristiwa tragis terjadi di kawasan Jalan Bakaran Batu, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara pada Minggu dini hari. Kejadian tragis judi poker online tersebut adalah dibunuhnya lima orang dalam satu keluarga. Disinyalir para korban dibunuh dengan secara keji.

Kelima korban tersebut adalah Irianto (40), Yani (35), Naya (14), Gilang Raksono (10) dan Marni (60). Kelimanya ditemukan tergeletak dilantai dengan kondisi mengenaskan. Setelah diselidiki, peristiwa pembantaian satu keluarga ini ditemukan setelah tetangga curiga dengan kondisi rumah korban yang sepi. Hal ini menurut tetangga tidak biasa karena hingga pukul 9 pagi kondisi rumah korban masih tertutup rapat dan senyap.

Merasa curiga dengan kondisi tersebut, warga pun coba untuk mendatangi rumah korban untuk mencari situs poker Indonesia tahu apa yang terjadi. “Jadi pada pagi hari ada warga yang dipanggil nenek datang ke rumah korban, begitu si nenek yang dipanggil nenek Rimpi membuka pintu ternyata pintu tersebut tidak terkunci. Dirinya merasa curiga dan masuk kedalam rumah dan terkejut melihat kondisi seluruh korban yang telah tewas dengan kondisi mengenaskan,” jelas warga.

Melihat peristiwa tersebut, sang nenek pun langsung melaporkan ke warga lainnya dan kepala lingkungan setempat yang diteruskan ke pihak berwajib. “Kami langsung melaporkan kepada pihak polisi. Saat ini polisi telah datang dan masih melakukan penyelidikan,” lanjut warga.

Sementara itu, Kepala Lingkungan setempat, Setiawan Budiono mengatakan bahwa dirinya masih belum Teman Poker99 percaya bahwa peristiwa tragis tersebut menimpa keluaga korban. Menurut Setiawan, selama ini keluarga korban merupakan keluarga yang cukup baik dengan lingkungan sekitar dan tetangga.

ICW Mengungkapkan Pelanggaran Gamawan Fauzi Pada Korupsi E-KTP

Peneliti dari Indonesia Corruption Watch atau ICW Tama S Langkung mengatakan bahwa korupsi E-KTP adalah kasus terbesar judi togel yang pernah ditangani oleh KPK. Kerugian dari skandal mega korupsi ini disebutkan membuat negara menelan kerugian hignga Rp 2.3 triliun.

“Saya melihat bahwa kasusu ini dapat disebutkan sebagai kasus terbesar karena negara disebutkan mengalami kerugian hingga 2,3 triliun. Saya tidak mengetahui apakah ada kasus di KPK yang memiliki kerugian lebih dari 2,3 triliun,” kata Tama.
ICW Mengungkapkan Pelanggaran Gamawan Fauzi Pada Korupsi E-KTP
ICW pada tahun 2011 lalu pernah membuat review mengenai proeyk pengadaan e-KTP jauh hari sebelum KPK menetapkan tersangkat terhadap Irman dan Sugiharto yang merupakan 2 pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Bahkan review ICW tersebut disebutkan menemukan kaitan antara Menteri Dalam Negeri saat itu Gamawan Fauzi dengan Irman.

“Disana kita menyampaikan bahwa review pengadaan e-KTP pertama untuk saja kita minta persoalan situs togel proyek ini terdapat beberapa pelanggaran seperti post feeding yang dimana sudah tidak diizinkan pada Perpres 54 2010,” kata Tama.

Tidak hanya itu, pihak nya juga melihat ada kejanggalan dalam penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh Gamawan Fauzi. Mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut pada masa tenggang yang seharusnya digunakan oleh pihak perusahaan untuk mengajukan gugatan ketika tendernya ditolak.

“Berikutnya manta Menteri Dalam Negeri Gamawan juga melakukan tanda tangan kontrak pada masa saat sanggah banding yang dimana hal tersebut juga tidak diizinkan,” jelas Tama.

Jika semua kejanggalan ini dimasukan kedalam ranah pidana, ICW berharap Gamawan dapat Teman 4D menjelaskan ndan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi

Antibandit atau Tekab 308 Polresta Bandarlampung menembak mati begal menggunakan senjata api Poker Online Bonus Member Baru yang bernama Yadi berusia 27 tahun. Sang pelaku disebut telah beraksi di 10 lokasi berbeda di Bandarlampung.

Warga Kampung Kecapi, Kelurahan Campangjaya, Sukabumi, Lampung, tewas setelah 2 butir timah panas bersarang di tubuhnya. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa senjata api rakitan dengan 2 butir amunisi, 1 selonsong peluru dan juga 1 unit motor.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya menggerebek kediaman Yai pada pukul 23.30 WIB, Senin. Yadi diburu setelah disinyalir terlibat dengan pembegalan di beberapa wilayah di Bandarlampung.
Begal Bersenpi Tewas Terkena Timah Panas Polisi
“Saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Dirinya mengeluarkan tembakan dari senjata api rakitan miliknya,” kata Murbani. Murbani mengatakab bahwa Yadi mengeluarkan tembakan yang cukup membahayakan aparat sehingga aparat mengambil tindakan berupa tembakan peringatan. Akhirnya, Yadi rubuh setelah 2 peluru menembus tubuhnya.

Polisi sempat membawa Yadi ke rumah sakit, akan tetapi nyawa pelaku sudah tidak bisa Situs poker online paling bagus diselamatkan lagi. Dirinya tewas pada perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sebelumnya rekan tersangka telah ditangkap yaitu Syamsul pada bulan lalu. Dari hasil pemeriksaan Syamsul didapat nama Yadi. Murbani mengatakan bahwa dari catatan polisi, kedua pelaku tersebut telah 10 kali melakukan pembegalan. Ketika beraksi, pelaku mengaku sebagai anggota Polri.

Kali terakhir, para pelaku merampas sepeda motor milik Widodo di Jalan Soekarno-Hatta pada September 2016 lalu. Ketika itu, pelaku http://pozitiv-park.com/?q=Mimpi-Menang-di-Agen-Judi-Poker-Online membuntuti korban dan menghentikan korban dengan mengaku sebagai polisi.

“Tersangka Yadi langsung menodongkan senjata api ke korban dan merampas sepeda motor milik korban,” kata Murbani.

Mensos : Predator Anak Di Sorong Harus Dihukum Mati

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengutuk dengan keras tindakan biadab pemerkosaan yang diikuti dengan judi Sbobet pembunuhan keji terhadap bocah yang berusia empat tahun bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong, Papua Barat.

Dirinya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh para pelaku sangat tidak mencerminkan keprikemanusiaan. Khofifah juga mengatakan bahwa tindakahan para pelaku sangat pantan untuk di hukum mati. “Sangat pantas jika pelakunya dihukum mati. Ini adalah bagian dari hukuman yang memberikan efek jera bagi para predator seksual anak dan juga peringatan bagi siapapun yang melakukan tindakan keji dan sadis seperti ini,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perpu No.1 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak tercantum adanya pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

Mulai dari hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Hukuman tambahan berupa pengumuman identitas Sbobet casino Indonesia pelaku, kebiri dengan kimia hingga pemasangan chip bagi para pelaku. Perpu ini telah disahkan pada Oktober 2016 lalu.

Khofifah merasa sangat prihatin dan sedih dengan adanya kejadian ini. Hal yang menurutnya memberatkan adalah korban adalah balita yang masih memiliki masa depan yang panjang dan juga masih tidak mengerti.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga korban. Semoga Kasia mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa para orang tua dan anggota masyarakat untuk tidak menganggap remeh setiap kasus kekerasan pada anak dan tetap waspada pada lingkungan sekitar anak agar dapat memberikan perlindungan yang baik kepada anak.

Khofifah menganggap bahwa UU Perlindungan Anak, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan perlindungan Teman Judi terhadap anak. “Perlu upaya yang lebih keras agar dapat mencegah dan menangani kasus-kasus seperti ini. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah akan tetapi lingkungan sekitar anak seperti keluarga hingga masyarakat. Saya rasa bahwa siapapun akan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun apalagi kekerasan seksual terhadap anak,” kata Khofifah.

Seperti yang diketahui, seorang balita berusia empat tahun yang bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong Papua Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Kejadian ini terungkap pada 10 January 2017 ketika jasad bocah perempuan tragis tersebut terkubur didalam aliran sungai yang berisi lumpur di Kompleks Kokodo, Kota Sorong, Papua Barat.

Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi

Aparat subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminam Umum Polda Metro Jaya menangkap Fernita Darwis yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan kubu Muhammad Romahurmuziy. Fernita ditangkap oleh aparat pada Jumat 13 January karena diduga melakukan tindak pidana permalsuan dokumen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan penangkapan tersebut. “Yang bersangkutan ditangkap atas laporan yang dibuat oleh Andrias Herminanto yang merupakan kuasa hukum dari Djan Farid,” kata Argo.
Waketum PPP Kubu Romi Ditangkap Polisi
Dijelaskan oleh Argo, Fernita diduga memalsukan tanda tangan Ketua DPP dan Sekjen PPP untuk persetujuan pasangan calon menggunakan formulir partai atau form formulir B 1-KWK Parpol. “Pelaku diduga melakukan scan tanda tangan Ketum dan Sekjen PPP dari kubu Djan Faridz,” kata Argo.

Dalam kasus ini, Djan merupakan korban disebut mengalami kerugian materi yaitubiaya transportasi pulang pergi ke Kalimantan Tengah. “Pihak pelapor disebut mengalami kerugian dalam hal ini adalah kerugian materi berupa biaya transportasi pulang-pergi Kalimantan Tengah dan dianggap tidak mengetahui peraturan KPU yaitu 1 partai atau gabungan partai tidak dapat mencalonkan dua paslon,” jelas Argo.

Polisi sendiri telah menyita barang bukti dalam hal ini adalah tanda terima B.1.KWK.Parpol, Surat Keputusan Bawaslu Provinsi Kalteng, SK DKPP, SK KPU, SK PTTUN dan SK MA perihal kasus ini. “Sepuluh saksi telah diperiksa sekaligus juga barang bukti telah disita. Saksi-saksi yang diperiksa antara lain adalah Djan Faridz yang berstatus sebagai korban dan juga pelapor,” tutup Argo.